<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mayar27's Weblog</title>
	<atom:link href="http://mayar27.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mayar27.wordpress.com</link>
	<description>berpikir di segala ruang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 Feb 2008 23:11:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mayar27.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Mayar27's Weblog</title>
		<link>http://mayar27.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mayar27.wordpress.com/osd.xml" title="Mayar27&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mayar27.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Jaguar dan Mikrolet Berbagi Sesak</title>
		<link>http://mayar27.wordpress.com/2008/02/01/jaguar-dan-mikrolet-berbagi-sesak/</link>
		<comments>http://mayar27.wordpress.com/2008/02/01/jaguar-dan-mikrolet-berbagi-sesak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Feb 2008 18:29:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dwi aryo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Transportation]]></category>
		<category><![CDATA[Jaguar]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Jan Pieter Zoon Coen]]></category>
		<category><![CDATA[kemacetan]]></category>
		<category><![CDATA[Marco Kusumawijaya]]></category>
		<category><![CDATA[Mikrolet]]></category>
		<category><![CDATA[transportasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mayar27.wordpress.com/2008/02/01/jaguar-dan-mikrolet-berbagi-sesak/</guid>
		<description><![CDATA[Jangan beli mobil atau sepeda motor di Jakarta tahun 2014. Berdasar hitungan statistik, pertambahan kendaraan bermotor dan pembangunan jalan pada tahun 2014 seluruh Jakarta akan bikin jalan penuh sesak mobil, sepeda motor, dan bus selama 24 jam. Begitu keluar dari kompleks perumahan sekalipun, kita langsung terjebak dalam kemacetan dan antrean panjang! Kemacetan merupakan hantu bagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mayar27.wordpress.com&amp;blog=2583060&amp;post=15&amp;subd=mayar27&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jangan beli mobil atau sepeda motor di Jakarta tahun 2014. Berdasar hitungan statistik, pertambahan kendaraan bermotor dan pembangunan jalan pada tahun 2014 seluruh Jakarta akan bikin jalan penuh sesak mobil, sepeda motor, dan bus selama 24 jam. Begitu keluar dari kompleks perumahan sekalipun, kita langsung terjebak dalam kemacetan dan antrean panjang!<br />
Kemacetan merupakan hantu bagi setiap kota besar di dunia. Namun, bagi Jakarta, yang lebih menyerupai kampung besar (berdasarkan perilaku penduduk dan birokrasinya), hantu kemacetan ini hadir nyaris sepanjang hari. Kerugian yang ditimbulkannya triliunan rupiah setiap tahun.<br />
Kemacetan lalu lintas Jakarta telah menghasilkan deretan statistik mengerikan. Tahun 2002 saja dampak kesehatan akibat polusi gas PM10 di Jakarta berkisar Rp 2,815 triliun. Gangguan pernapasan, kelainan reproduksi, kanker otak, dan stroke menjadi penambah derita polusi dampak kemacetan lalu lintas. Ini belum termasuk gangguan jiwa sebagai dampak ketegangan bergelut dengan kemacetan di jalan raya. Angka ini setara dengan harga 1.000.960.573 kilogram beras yang dapat memenuhi kebutuhan beras 7.432.782 orang miskin selama setahun penuh!<br />
Survei tersebut mencatat kecepatan rata-rata di jalanan Jakarta hanya 20 kilometer per jam setiap hari. Waktu tempuh pengangkut umum rata-rata 58 menit dalam &#8220;kondisi normal&#8221;.<br />
Jakarta adalah ironi sejarah. Menurut pengamat perkotaan Marco Kusumawijaya, Jakarta sempat menjadi model penataan kota ketika bernama Batavia. Kota Jan Pieter Zoon Coen ini menjadi model pengembangan New Amsterdam (sekarang: New York) hingga Cape Town. Penambahan kanal seperti Herengracht di Amsterdam pun mengadopsi sistem kanal di Batavia yang pernah mendapat julukan Venesia dari Timur.<br />
Evolusi Jakarta sejak keberadaan Kampung Luar Batang, Batavia lama sekeliling kawasan kota, Glodok, Molenvliet, Meester, hingga Kebayoran merupakan perjalanan unik sebuah peradaban. Berangkat dari keteraturan menjadi kekumuhan, itulah takdir Jakarta yang kini memiliki reputasi kemacetan lebih buruk dari Bangkok.<br />
Kemacetan di Jakarta merupakan dampak dari tahapan transportasi yang tidak tertata secara benar. Tahapan tersebut meliputi kegiatan masyarakat yang tersebar dalam tata ruang, bagaimana orang berpindah tempat, pemilihan moda pengangkut, dan lalu lintas.<br />
Persoalan lalu lintas memang sangat nyata sebab volume mobil melebihi kapasitas jalan. Namun, ada sejumlah hal yang sering terlupakan, yakni aspek kaki lima dan perparkiran. Pedagang kaki lima mereduksi 10 persen kapasitas jalan raya Jakarta. Harus ada kebijakan untuk memformalkan aturan yang tegas terhadap aktivitas mereka. Saat ini kaki lima menjadi parasit dan hanya menghidupi oknum petugas saja.<br />
Perparkiran pun telah mengubah fungsi jalan raya, seperti terlihat di jalur lambat di beberap ruas jalan yang kini menjadi jalur parkir. Di seluruh pelosok Jakarta, persoalan parkir menjadi tak kunjung tuntas dan menjadi salah satu penyebab kemacetan sistemik.<br />
Kesuksesan Transjakarta seharusnya terlihat pada perubahan perilaku masyarakat menggunakan mobil pribadi ke transportasi umum. Namun, ini belum terwujud. Pola Transjakarta idealnya menghubungkan dua titik terjauh di utara dan selatan, seperti kawasan Pluit dan Lebak Bulus. Pasalnya, untuk mencapai titik awal Transjakarta di Kota dan Blok M, seseorang masih harus menggunakan moda angkutan lain. Penumpang kesulitan berganti sejumlah moda angkutan umum untuk mencapai titik kegiatan mereka. Alhasil, penggunaan sepeda motor (yang lebih murah) jadi pilihan tetapi sekaligus menambah kemacetan.<br />
Pengangkut massal yang ideal untuk mengatasi kemacetan DKI seharusnya berpegang pada acuan karakter orang Indonesia yang memiliki kebersamaan dan gengsi tinggi. Sehingga angkutan massal mengarah pada transportasi publik yang memenuhi unsur sosial dan spasial.<br />
Kondisi transportasi Jakarta semakin menuju titik kritis. Dalam hitungan lima tahun, kemacetan meningkat 57 persen, jumlah penumpang ulang-alik melonjak 940 persen dari tahun 1985 ke 2004. Demikian pula kecepatan rata-rata anjlok dari 35 kilometer per jam menjadi 20 kilometer per jam dalam kurun waktu tersebut.<br />
Saat ini pemakai mobil pribadi mencapai 10 persen, tetapi menggunakan 80 persen jalan raya. Pemakai bus mencapai 48 persen, tapi hanya menggunakan 5 persen jalan raya. Sementara itu, pejalan kaki mencapai 38 persen dan hanya memakai 3-5 persen ruang jalan.<br />
Adanya pembangunan transportasi publik terpadu diharapkan mampu memberikan alternatif sekaligus mendorong masyarakat beralih ke moda angkutan umum massal. Kebijakan lain untuk mengurangi penggunaan mobil pribadi juga masih dipertimbangkan Pemerintah DKI Jakarta. Pembatasan trafik akan diperluas di sejumlah tempat, penggunaan stiker atau pelat nomor kendaraan, road pricing, area licensing system, tarif parkir tinggi, dan penerapan pajak progresif menjadi sejumlah alternatif mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di Jakarta.<br />
Saat ini rata-rata 140-an mobil baru setiap harinya muncul di Kota Jakarta – belum termasuk Bogor, Tangerang, Bekasi dan Depok. Otomatis pengemudi mobil mewah sekelas Jaguar harus merasa senasib sepenanggungan dengan awak mikrolet terjebak dalam kemacetan Jakarta. Sementara, ini baru tahun 2008 !</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mayar27.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mayar27.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mayar27.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mayar27.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mayar27.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mayar27.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mayar27.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mayar27.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mayar27.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mayar27.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mayar27.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mayar27.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mayar27.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mayar27.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mayar27.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mayar27.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mayar27.wordpress.com&amp;blog=2583060&amp;post=15&amp;subd=mayar27&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mayar27.wordpress.com/2008/02/01/jaguar-dan-mikrolet-berbagi-sesak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6c6a3841284323f277c7fd185b46023?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">mayar27</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://mayar27.wordpress.com/2008/01/30/14/</link>
		<comments>http://mayar27.wordpress.com/2008/01/30/14/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jan 2008 14:47:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dwi aryo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mayar27.wordpress.com/2008/01/30/14/</guid>
		<description><![CDATA[Technorati Profile<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mayar27.wordpress.com&amp;blog=2583060&amp;post=14&amp;subd=mayar27&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://technorati.com/claim/ddbs7exvx" rel="me">Technorati Profile</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mayar27.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mayar27.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mayar27.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mayar27.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mayar27.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mayar27.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mayar27.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mayar27.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mayar27.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mayar27.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mayar27.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mayar27.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mayar27.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mayar27.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mayar27.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mayar27.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mayar27.wordpress.com&amp;blog=2583060&amp;post=14&amp;subd=mayar27&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mayar27.wordpress.com/2008/01/30/14/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6c6a3841284323f277c7fd185b46023?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">mayar27</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MEREKA ADALAH BATU ATAU TATASURYA ATAS DIRI MEREKA SENDIRI</title>
		<link>http://mayar27.wordpress.com/2008/01/22/mereka-adalah-batu-atau-tatasurya-atas-diri-mereka-sendiri-2/</link>
		<comments>http://mayar27.wordpress.com/2008/01/22/mereka-adalah-batu-atau-tatasurya-atas-diri-mereka-sendiri-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jan 2008 16:06:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dwi aryo</dc:creator>
				<category><![CDATA[kotaku tercinta]]></category>
		<category><![CDATA[angkringan]]></category>
		<category><![CDATA[batu]]></category>
		<category><![CDATA[holocaust]]></category>
		<category><![CDATA[kopi joss]]></category>
		<category><![CDATA[kuncung dan bawuk]]></category>
		<category><![CDATA[tatasurya]]></category>
		<category><![CDATA[tsunami]]></category>
		<category><![CDATA[yogya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mayar27.wordpress.com/2008/01/22/mereka-adalah-batu-atau-tatasurya-atas-diri-mereka-sendiri-2/</guid>
		<description><![CDATA[MEREKA ADALAH BATU ATAU TATASURYA ATAS DIRI MEREKA SENDIRI Sebuah catatan untuk “Kuncung dan Bawuk” 27 Mei 2006, 05.54 wib, 5,9 SR, dan kurang lebih 3.500 tewas… Ada yang melantunkan megatruh dan dandanggula Ada yang berdoa di lorong kota yang memar Ada yang gemetar menggerus remah bata Ada yang mengulur nafas ke mulut bocah Ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mayar27.wordpress.com&amp;blog=2583060&amp;post=12&amp;subd=mayar27&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b>MEREKA ADALAH BATU ATAU TATASURYA ATAS DIRI MEREKA SENDIRI</b><br />
Sebuah catatan untuk “Kuncung dan Bawuk”<br />
27 Mei 2006, 05.54 wib, 5,9 SR, dan kurang lebih 3.500 tewas…</p>
<p>Ada yang melantunkan megatruh dan dandanggula<br />
Ada yang berdoa di lorong kota yang memar<br />
Ada yang gemetar menggerus remah bata<br />
Ada yang mengulur nafas ke mulut bocah<br />
Ada yang melarik jejer lidi menghitung siapa pergi<br />
Ada yang berebut detak jantung dengan pecahan aspal<br />
Ada mulut  merangkai angka menghitung yang hilang<br />
Ada kaki tanpa alas menyaruk jejak-jejak yang dikasihi<br />
Ada yang coba melipur duka dengan mencatat puisi seperti nasihat basi<br />
Namun ada yang diam-diam mengheningkan cipta sambil membayangkan nikmatnya menghirup kopi joss…<br />
Lalu obrolan berlanjut di angkringan, sembari jegang menyeruput wedang. Tak perlu diskusi serius, orang Yogya biasa dengan ngobrol ngalor-ngidul – gojeg kere untuk menopang kultur glenak-glenik speaking, rerasan  antara wong cilik. Mengemban  memori kolektif  nilai-nilai agraris ndeso.</p>
<p>Meskipun agak sulit, dan barangkali tak pantas, membandingkan antara satu bencana kemanusiaan dan bencana lainnya. Apa yang dialami orang-orang di Yogya  barangkali bisa dilarik dengan bencana tsunami di Aceh dan Nias, tsunami di Pangandaran atau Lumpur panas di Porong &#8211; Sidoharjo.<br />
Bencana, tentunya memiliki bahasa yang  hendak disampaikan kepada Kuncung dan Bawuk (manusia dan kehidupan).  Bahwa kemampuan alam mendramatisir kebahagiaan dan kesedihan sesuai dengan kuasanya adalah realita yang  tak  terbantahkan oleh  rasionalitas ataupun pengalaman manusia dalam menjajaki suatu “penaklukkan”.</p>
<p>27 Mei 2006, 05.54 wib, 5,9 SR, dan kurang lebih 3.500 tewas…<br />
Kuncung dan Bawuk bukanlah penakluk drama satu episode yang bernama bencana. Namun Sesungguhnya mereka sedang berada dalam titik lemah. Sebuah titik beku dibawah 0 derajat dalam segala hal. Namun,  mereka adalah batu atau tatasurya atas diri mereka sendiri. Mereka bisa keras, remuk, berputar dengan kecepatan yang selalu tetap dan stabil atau berhenti untuk kemudian mati.<br />
Adalah satu hal yang amat manusiawi jika bencana alam melahirkan kesedihan, air mata bahkan trauma. Sigmund Freud  pernah mengemukakan bahwa trauma adalah suatu ingatan yang direpresi. Dan, karena direpresi itulah maka trauma sering berlangsung secara tidak sadar dalam periode yang cukup lama. Guncangan psikologis yang disebabkan oleh ingatan mengerikan tentang bencana alam, permukaan tanah yang bergetar merontokkan apapun yang ada di permukaannya, tentang mayat-mayat yang berserakan, dan tentang kehilangan banyak anggota keluarga sekaligus berpotensi untuk membentuk ingatan yang traumatis.</p>
<p>Sebagai sebuah konteks, situasi sosial yang pernah dialami masyarakat Aceh membuat persoalan trauma menjadi sangat kompleks sehingga harus disikapi secara hati- hati. Ingatan tentang korban tsunami bercampur aduk dengan ingatan tentang korban kekerasan perang di Aceh, membentuk beberapa lapisan trauma yang saling menutupi.</p>
<p>Saya teringat akan sebuah karya ukiyo-e (cukilan kayu) yang dibuat oleh seniman Jepang Katsushika Hokusai (saya lupa tahunnya). Karya tersebut melukiskan sebuah keindahan ombak besar di pantai Kanagawa dengan latar belakang gunung Fuji. Sebuah karya yang indah, namun lucunya saat itu karya tersebut dituding oleh banyak kalangan masyarakat Jepang sebagai karya yang membangkitkan kengerian akan sebuah peristiwa Tsunami. Alam telah mendramatisir kebahagiaan dan kesedihan orang Jepang. Bencana telah “mendeformasi” frame  keindahan yang dimiliki orang jepang saat itu, dan mungkin hingga sekarang (sampai kapanpun orang Jepang juga tak akan lupa dengan peristiwa  bom atom di Hiroshima dan Nagasaki).</p>
<p>Seperti, jutaan kaum Yahudi yang dibantai oleh rezim Nazi Jerman dalam peristiwa Holocaust.  Pada tahun 1980-an, saat para psikiater dari Yale University melakukan pengumpulan testimoni dari para survivor Holocaust. Sebagian dari survivor ini masih memperlihatkan gejala trauma berkepanjangan.  Gambaran traumatik ini direkam dalam sebuah film dokumenter ‘Shoah’, karya .<br />
Claude Lanzmann.</p>
<p>Bagi “Kuncung dan Bawuk” gempa telah menjadi bagian memori kolektif  nilai-nilai agraris ndeso mereka.  Kultur glenak-glenik mereka sedikit banyak telah terganggu, entah untuk berapa waktu lamanya. Sampai kapanpun mereka tak akan pernah lupa dengan peristiwa ini….27 Mei 2006, 05.54 wib, 5,9 SR, dan kurang lebih 3.500 tewas…</p>
<p>Namun sekali lagi,  mereka  adalah batu atau tatasurya atas diri mereka sendiri. Mereka menggambar jagad, mereka sendiri yang akan meletakkan dimana bulan, bintang dan matahari. Mereka telah mempelajari sebuah ilmu hidup, yang belum pernah kita pelajari….</p>
<p><i><b>Entah kenapa aku begitu kangen teman-teman di Yogya, kubuat tulisan ini buat mereka&#8230;<br />
</b></i></p>
<div align="left">
<pre><b><i><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;"></span></i></b></pre>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mayar27.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mayar27.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mayar27.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mayar27.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mayar27.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mayar27.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mayar27.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mayar27.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mayar27.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mayar27.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mayar27.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mayar27.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mayar27.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mayar27.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mayar27.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mayar27.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mayar27.wordpress.com&amp;blog=2583060&amp;post=12&amp;subd=mayar27&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mayar27.wordpress.com/2008/01/22/mereka-adalah-batu-atau-tatasurya-atas-diri-mereka-sendiri-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6c6a3841284323f277c7fd185b46023?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">mayar27</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
